RESUME MATERI PKKMB DAY 2
Pemateri 1 : Ainun Najib
Judul : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Hasil resume :
Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat.
Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
- Pembelajaran Digital dan Online
- Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
- Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
- Kurikulum Berbasis Teknologi
Beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh Ai :
- Kreativitas
- Rasa kemanusiaan
Terapkan prinsip 5A :
- Adab : Akhlak bertanya dan berpikir.
- Akses : Teknologi harus memudahkan bukan meminggirkan.
- Amanah data : Jaga data pribadi.
- Akurasi : Verifikasi sumber, terutama dunia kesehatan.
- Akuntabilitas : Catat dimana Ai membantu dan batasannya.
Pemateri 2 : Dr. Nurul Ghufron S.H., M.H.
Judul : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Hasil resume :
Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik.
Mengapa Generasi Muda Sangat Penting?
- Masa Depan Bangsa: Generasi muda akan menjadi pemimpin, profesional, dan warga negara yang menentukan arah Indonesia di masa depan. Nilai integritas yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih.
- Energi dan Inovasi: Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan, mengawasi penyelenggara negara, dan mengembangkan solusi anti korupsi yang inovatif.
- Pola Pikir Kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang status quo dan budaya korupsi yang mengakar.
Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Bagi generasi muda, integritas berarti:
- Kejujuran: Selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat. Tidak ada "kebohongan putih" dalam konteks integritas.
- Konsistensi: Antara kata dan perbuatan selalu sejalan. Prinsip yang dipegang tidak berubah bergantung pada situasi atau tekanan.
- Tanggung Jawab: Memiliki rasa memiliki terhadap tugas dan peran. Menyelesaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap imbalan yang tidak semestinya.
- Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil, tanpa pandang bulu, dan tidak menggunakan jabatan atau kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau golongan.
- Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada tawaran suap, gratifikasi, atau praktik koruptif lainnya. Berani melaporkan penyimpangan yang dilihat (whistleblowing).
- Kemandirian: Tidak bergantung pada pemberian atau fasilitas yang tidak sah untuk mencapai tujuan. Berjuang dengan kemampuan sendiri.
Generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi. Integritas bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Dengan membangun dan menjunjung tinggi integritas sejak dini, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan.
Mari generasi muda Indonesia bersatu:
- Tanamkan Integritas dalam Jiwa.
- Tingkatkan Kesadaran Bahaya Korupsi.
- Manfaatkan Teknologi untuk Perubahan.
- Berani Bersuara dan Bertindak.
- Jadilah Contoh dan Inspirasi.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya." (Ir. Soekarno) - Dan pahlawan anti korupsi masa kini dan masa depan adalah generasi muda yang berintegritas!
Pemateri 3 : Muslikha Nourma Rhomadoni, S.Km., M.Kes.
Judul : Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dan Perwujudan Indonesia Emas
Hasil resume :
K3L adalah singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan. Ini merupakan sebuah pendekatan terintegrasi dan holistik dalam mengelola risiko di tempat kerja dan lingkungan sekitarnya, dengan tujuan utama:
- Keselamatan (Safety): Melindungi pekerja dari kecelakaan, cedera, dan kematian akibat kerja. Fokus pada pencegahan bahaya fisik (misal: jatuh, tersengat listrik, terjepit mesin).
- Kesehatan Kerja (Occupational Health): Melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja (misal: penyakit paru akibat debu, gangguan pendengaran akibat kebisingan, stres kerja) serta mempromosikan kesehatan fisik, mental, dan sosial pekerja.
- Lingkungan (Environment): Melindungi lingkungan kerja dan sekitarnya dari pencemaran, kerusakan, dan pemborosan sumber daya akibat aktivitas perusahaan. Fokus pada pengelolaan limbah, penghematan energi, pengendalian emisi, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Prinsip Utama K3L :
- Pencegahan (Prevention): Mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya sebelum terjadi kecelakaan, penyakit, atau kerusakan lingkungan.
- Keterlibatan (Participation): Semua pihak (manajemen, pekerja, serikat pekerja, kontraktor, masyarakat) terlibat aktif dalam implementasi K3L.
- Kepatuhan (Compliance): Mematuhi semua peraturan perundang-undangan K3L yang berlaku (nasional & internasional).
- Peningkatan Berkelanjutan (Continuous Improvement): Selalu mengevaluasi dan memperbaiki sistem K3L secara terus-menerus.
- Akuntabilitas (Accountability): Setiap tingkatan dalam organisasi bertanggung jawab atas K3L.
Mengapa K3L Sangat Penting untuk Perwujudan Indonesia Emas 2045?
Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadi negara maju dengan kesejahteraan yang merata, ekonomi kuat, dan sumber daya manusia (SDM) unggul. K3L bukan sekadar "aturan teknis", melainkan fondasi kritis untuk mencapai visi ini. Berikut alasannya:
Menghasilkan SDM Unggul dan Sehat :
- Pekerja Sehat = Produktif: Pekerja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih produktif, kreatif, dan inovatif. K3L mencegah penyakit akibat kerja yang mengurangi angkatan kerja produktif dan membebani sistem kesehatan.
- Pekerja Aman = Motivasi Tinggi: Lingkungan kerja yang aman meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, dan loyalitas pekerja. Ini mengurangi turnover dan meningkatkan kualitas kerja.
- Bekal untuk Generasi Emas: Anak muda (calon pekerja masa depan) perlu tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan belajar budaya K3L sejak dini untuk menjadi SDM yang kompeten dan bertanggung jawab.
Tantangan:
- Pemahaman dan komitmen K3L yang belum merata di semua level (pemerintah, perusahaan, pekerja).
- Pengawasan dan penegakan hukum K3L yang masih lemah di beberapa sektor dan daerah.
- Keterbatasan sumber daya (dana, tenaga ahli K3L) terutama di UMKM dan sektor informal.
- Budaya K3L yang belum mengakar kuat di beberapa lini masyarakat dan industri.
Langkah Strategis:
- Pemerintah: Memperkuat regulasi, pengawasan, dan insentif untuk K3L; Integrasikan K3L dalam kurikulum pendidikan; Kampanye nasional tentang pentingnya K3L.
- Perusahaan: Jadikan K3L sebagai nilai inti dan investasi strategis; Terapkan sistem manajemen K3L (SMK3 & SML); Berikan pelatihan dan perlengkapan K3L yang memadai; Libatkan pekerja aktif.
- Pekerja/Masyarakat: Tingkatkan kesadaran dan pengetahuan K3L; Gunakan hak dan laksanakan kewajiban K3L; Laporkan pelanggaran dan kondisi berbahaya.
- Pendidikan: Masukkan materi K3L dalam pendidikan formal dan vokasi sejak dini.
- Kolaborasi: Sinergi antara pemerintah, swasta, serikat pekerja, akademisi, dan masyarakat.
Jangan lupa lihat blog teman saya : uslimatulsakiyah

Komentar
Posting Komentar